Jingga POV "Apa gak kita samperin aja dia?" Tanyaku yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran. Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Bintang, kenapa dia menyeret Senja dalam masalah besar, yang notabenenya Senja adalah laki-laki yang dicintainya. Begini ya, demi orang yang dicinta, berdarah-darah pun akan dilakukan asal dia tak terluka. Bahkan menjadi memalukan pun iya, asal dia tertawa bahagia. Sedangkan ini? Baiklah mungkin tidak setragis perandaianku, tapi setidaknya orang yang kita cintai tidak akan kita ajak merasakan duka bila itu bukan karenanya. Inginku katakan itu didepan muka si Bintang. Aku ingin berteriak dengan sangat kencang bahwa dia itu bastard, akh kasar sekali aku. Tapi sejenis Bintang yang bermuka dua dan tidak peduli orang lain, rasanya pantas. Mungkin jika dia

