Berjalan menyusuri trotoar yang disampingnya banyak kendaraan berlalu lalang, tidak membuat dua orang itu terusik. Mereka menikmati sore hari itu dengan sekedar berjalan, menuju rumah teman satu kelompok mereka untuk mengerjakan tugas, dan anehnya mereka rela berjalan padahal rumahnya lumayan jauh. Jingga masih menemani Senja yang lebih membaik dari sebelumnya, laki-laki itu sudah benar-benar mau bertanggung jawab atas anak yang dikandung oleh Bintang, meski bukan dia yang melakukannya. Gadis disampingnya hanya bisa menatap Senja, mungkin kelak untuk hari kedepan dia tidak lagi bisa menikmati wajah itu dengan cuma-cuma. Meski seorang sahabat, akan ada batasan antara mereka. Menyakitkan sungguh, ketika kutau kamu juga mencintaiku, tapi takdir berkata untuk pisah. Jingga merasakan dadany

