Jingga POV "Sadar apa?" Tanyaku yang masih menjadi pendengar setia Senja sejak tadi. Senja tak kunjung menjawab, dan entah kenapa rasanya sangat canggung saat laki-laki itu memandangku, dan sesekali mengedip. Ada apa dengannya? Bukankah ini yang dia inginkan, bersama Bintang, gadis yang sejak pertama kali bertemu sudah membuatnya jatuh cinta. "Sadar bahwa bukan Bintang yang selama ini aku harapkan." Ucapnya yang membuatku terperangah, namun coba kunetralisir dengan mengernyitkan alis. "Lo jangan bodoh ya." Sergahku. Padahal aku sudah tau, kalau Senja sudah ngomong aku-kamu, itu artinya dia sedang serius. Senja mengalihkan pandangannya lurus kedepan, apa kata-kataku salah? Sampai membuatnya membuang muka. "Apa aku salah, kalo aku... Merasa ini semua tidak benar, dan tidak harus terjad

