Mona

390 Words
" Monaaaaaaa!!!!! " Terdengar suara teriakan dari depan Mona. Seraya memercingkan mata melihat siapa yang memanggilnya, Mona berjalan menghampirinya. " Kamu dari mana saja, handphone mu dimana sih? Dari tadi Mama dan Kakakmu mencarimu!" " Ahh, iya handphone ku habis baterai, dan aku ada tugas tambahan dari kampus, jadi aku pulang terlambat. " Jelas Mona Sebenarnya Mona tidak ada tugas tambahan di kampus, ia juga sengaja mematikan handphone nya karena ia ingin menenangkan diri dari gangguan Mama tiri dan kakak tirinya. " Ya sudah, yuk biar ku antar kamu pulang." ajak Melisa. Melisa adalah teman SMA Mona yang juga tetangganya. Dia sangat baik dan perhatian kepada Mona seperti saudaranya sendiri. " Aku tau, sebenarnya kamu gak ada tugas tambahan, aku juga tau sebenarnya HPmu sengaja kamu matikan." dengan nada pelan Melisa mengatakannya. " Kamu tau seperti apa mereka berdua, ingin rasanya aku pergi menjauh dari mereka. Tapi... bagaimana dengan nasib papaku? Jika aku ajak papa pergi, aku masih tidak mampu untuk membiayai kehidupan dan pengobatannya, tapi jika aku tidak pergi, fisik dan mentalku yang tersiksa."  kata Mona sambil menghela nafas panjang. " Semoga semua ini cepat berlalu ya Mona, semoga setelah lulus kuliah dan bekerja kamu bisa menjalani hidup dengan bahagia " ucap Melisa menghibur Mona " Hmmm... Semoga saja apa yang kamu katakan benar terjadi" Akhirnya, Mona dan Melisa sampai di rumah. Betapa terkejutnya Mona melihat banyak orang berdatangan kerumahnya. di depan rumahnya terpasang bendera berwarna kuning. Buru - buru ia lari memasuki rumah. " Papaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!..... Papaaaaa!!! " Mona seketika berteriak begitu melihat sang papa terbaring di ruang tamu seraya dikelilingi banyak orang yang sedang membaca yaasin. " Maaaaa.... papa kenapa? kenapa papa bisa seperti ini? bukannya kemaren kata dokter kondisi papa sudah lebih baik? kenapa sekarang papa seperti ini?" Mama hanya berpura - pura menangis dan mencoba menguatkan diri. "Paaa, kalo papa gak ada Mona harus ngapain pa? Mona harus gimana?" sambil memeluk jenazah Papanya. " Sudah Non Mona, yang sabar yaa... sekarang, papa sudah gak tersiksa dengan sakitnya. " Kata Bu Sri pembantu yang setiap hari membantu pekerjaan rumah. " Tapi kenapa tiba - tiba Bu Sri? Mona belum siap kehilangan Papa. " Disana terlihat Mama tiri dan Kakak Tiri Mona berpura - pura menyeka air mata. Mona terlihat sangat terpukul atas kematian sang Papa. Entah apa yang akan terjadi pada hidup Mona setelah ditinggal sang Papa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD