Chapter 20

1070 Words

Anne membuka kotak makan siang yang ia bawa dari rumah dan memberikannya pada Ariekhsa. Kini mereka berada di kafetaria rumah sakit setelah Ariekhsa selesai menjalani sesi terapi untuk hari ini. "Wah, aromanya enak," puji Ariekhsa dengan binar matanya yang tertarik pada makanan Anne. Anne tertawa. "Terima kasih, tapi ini bukan masakanku. Aku sangat payah dalam memasak." Anne mulai menyuapkan makanannya. Ariekhsa mengendikkan sebelah bahunya. "Tidak apa. Dari pada aku yang memasak nasi goreng dengan gula." Anne tertawa hingga hampir tersedak dan menutup mulutnya secara refleks. "Sepertinya kita harus lebih sering belajar memasak." Ariekhsa mengangguk setuju. Mereka kembali makan dalam diam dan fokus pada pikiran masing-masing. "Oh iya, bagaimana sesi tadi?" tanya Anne ketika dia ingat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD