Andrea baru saja keluar dari mini market. Di kedua tangannya terdapat dua gelas minuman hangat untuknya dan Vania. Namun, langkahnya harus terhenti sebelum sampai di tujuannya seharusnya, karena seseorang yang harusnya menunggunya disana telah pergi. Andrea yang awalnya tampak semangat, kini melangkah malas ke arah bangku dan meletakkan minumannya secara perlahan. 'Sebegitu asing kah saya bagi kamu, Vania? Sampai disaat saya sudah berusaha mendekat, kamu malah terus menghindar.' batin Andrea kecewa. * Seperti biasa, pagi ini Vania mengantarkan green tea hangat ke ruangan Andrea. Tanpa Vania kira sebelumnya, ternyata Andrea sudah datang. Vania sedikit terpenjat ketika melihat Andrea yang sudah duduk di kursinya. Namun ia berusaha terlihat biasa saja. Ia meletakkan green tea itu di ata

