"Aku harus balik. Kamu tahu lah bagaimana sensitifnya sekarang kalau penerima beasiswa negara gak kembali dan gak melakukan apa-apa untuk negaranya." Adam terkekeh. Keduanya memutuskan untuk sama-sama berjalan menuju kantin. "Sudah sewajarnya begitu. Karena kita memang dibayar oleh negara. Ya rakyat sih lebih tepatnya. Kalo gak balik dan sibuk memperkaya diri ya namanya gak tahu diri. Giliran nyari beasiswa melas-melas. Begitu dapat, malah menjadi kacang lupa kulitnya. Wah itu sih keterlaluan." Sahara terkekeh. Ya memang benar. Tapi ia sendiri memang sudah berjanji sih kalau sudah selesai ya harus kembali. Tak perlu menunggu terlalu lama. Setiap satu rupiah yang ia terima sebagai penerima beasiswa itu akan dimintai prtanggungjawaban. Di kalangannya sendiri, masih menuai perdebatan sih

