kejutan....

489 Words
sejak kejadian beberapa hari lalu dirumah raja, kami belum berkabar lagi. tepatnya aku belum membalas pesannya. sudah ada ratusan chat nya yang tak kunjung kuread di wa ku. sore ini setelah menonton drama China favoritku kusempatkan membaca chat dari raja. jujur saja aku pun sudah sangat rindu. kubaca dari awal sampai akhir semua itu ungkapan perasaan dan permintaan maafnya. belum kuletakkan hpku tiba tiba sebuah pesan dari raja masuk lagi. menjadi baris terbawah yang akan langsung kulihat. ''rani.... mamaku mengundang keluarga mayang. mereka merencanakan pernikahanku." aku gemetar membaca pesan itu. tapi aku rasanya sudah kehabisan emosi sejak kemarin. kuletakkah handphoneku berniat tak menghiraukan. tiba tiba "drrrttttt......drrrttttt" hp ku bergetar. tak salah lagi itu dari raja. ''rani.... aku mau kita kawin lari'' "trus mamamu gimana...?" "kamu tau kan pasti aku yang disalahkan sepenuhnya kalau kita tiba tiba menghilang" "rani, kita nikah siri aja ya, kuharap kamu g menolak. kudengar mereka rencanakan pernikahanku 2 bulan lagi. jadi kita harus nikah sebelum itu" "kenapa...? kamu mau beristri dua. kamu mungkin bisa. tapi aku...?? aku g mau diduakan" "tenang Rani. aku akan bujuk Mayang supaya dia mau bantu kita" itulah kata terakhir dari dia yang akan kusesali. seperti rencana raja kami menikah secara sirih. tepat dihari dimana seharusnya Mayang dan raja menikah. raja malah menjalankan akad nikah denganku. tapi mungkin karna takut aib ini terbongkar atau karna sangat membenciku. mama raja yang tau semua kebenarannya memilih untuk tetap memilih Mayang sebagai istri raja. akulah yang menikah. tapi nama diatas surat nikah adalah Mayang. dan mayanglah yang bersanding dengan raja dipelaminan. aku.....?? setelah akad nikah aku terkurung dikamar. aku tak keluar sampai acara itu selesai. ''plak" tamparan keras mendarat di pipiku. rasanya nyeri dan panas. air mataku tak mampu lagi aku simpan. "buat apa kamu nangis...? tau kamu bagaimana perasaan Mayang...? Mayang itu anak yatim. sejak kecil hanya hidup dengan bibinya. sekarang kamu masih merebut kebahagiaan dia juga" suara berat yang membentak ku itu milik ayah tiri raja. kuangkat wajahku menatap wajah wajah jijik keluarga raja melihatku. disebuah kursi kayu jati kulihat Mayang menangis sesenggukan. aku kah yang salah...? apa bisa aku melepas kebahagiaanku demi kebahagiaan orang lain. keluarga raja berkumpul menghibur mayang yang kata mereka adalah korban ku. mereka meninggalkan aku dengan marah. tapi dari pojok ruangan masih kulihat mereka saling membicarakan aku. "mana Rani...?" itu suara mama raja. mendengarnya saja aku sudah merinding. "rani. hari ini juga Mayang dan raja akan pindah kerumah sebelah. itu rumah mereka. dan kamu..... kamu boleh ikut mereka. tapi urus dirimu sendiri. jangan minta makan sama raja." aku menghela nafas panjang. tak berniat aku menanggapinya. sudah 6 bulan aku tidak bekerja. orang tua ku bukan orang berada. yang kukerjakan sekarang hanya bisnis skincare yang sama sekali belum ada hasilnya. skincare rancanganku yang sudah dua bulan membuatku sibuk tapi belum ada hasilnya. raja menarik tanganku meninggalkan keluarganya dan sejuta cerita buruk tentang aku disana. apapun yang akan kami hadapi semoga kami akan bersama selamanya dalam lembaran baru ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD