Chapter Twenty

5281 Words

Di halaman belakang Edward tengah duduk sendiri sambil melihat kearah langit yang penuh dengan bintang. Dia sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Airen tadi, Edward nampaknya masih belum mengerti tentang apa yang dimaksud oleh Airen. Tanpa dia sadari, Ricky datang ke sana lalu duduk di samping Edward. Dia diam sambil menengadah ke atas untuk melihat bintang, Edward nampaknya masih belum menyadari kedatangan Ricky sampai akhirnya Ricky membuka suara. “Apakah bintang-bintang itu menjawab pertanyaanmu?” Edward terkesiap kaget mendengar suara Ricky, dia memandang Ricky dengan tatapan kesalnya. “Untuk apa kau datang kemari?” tanyanya dengan nada kesal. “Hanya ingin melihat bintang.” Ujar Ricky tenang “Apa kau perlu teman bicara?” tanya Ricky yang sepertinya bisa membaca raut bingung dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD