Dia melangkahkan kakinya menuruni tangga, dan ternyata sumber suara tersebut berasal dari arah dapur. Dan betapa terkejutnya dia ketika menemukan Yasmine disana yang saat ini tengah sibuk dengan peralatan dapurnya. Damar kembali memfokuskan penglihatannya. Siapa tau apa yang dilihatnya ini hanya ilusinya semata. Mungkin efek mabuknya semalam masih terasa hingga pagi ini―Ya, siapa tau saja. Laki-laki itu berjalan mendekat. Namun dia sangat yakin jika orang yang dilihatnya ini memang nyata. “Yasmine?” panggil Damar memastikan. Yasmine menoleh dan melotot kaget ketika dilihatnya Damar berdiri tanpa atasan. Laki-laki itu tampak santai dengan hanya mengenakan bawahan jeans-nya saja. “Pa-pagi, Mas,” sapa perempuan itu kikuk. Yasmine bahkan hanya menolehkan kepalanya sekilas dan kemudian kem

