Mantan

742 Words
Selesai sholat dhuha gue balik ke kelas karena bel istirahat pertama sudah bunyi. Waktu gue masuk kelas gue masih nemuin teman-teman gue duduk ditempatnya. Mereka bertiga kayaknya membicarakan sesuatu yang penting. Kelihatan dari raut wajahnya yang pada serius. "Woi!" sentak gue membuat ketiga teman gue kaget. "Kaget b**o Sar." Bayu ngelus dadanya. "Lagi ngapain sih kalian, ngomongin gue ya lo pada" Gue nunjuk muka mereka satu-satu seakan mereka salah melakukan hal ini. "Ya setelah lo ngerjain Pak Ryhun kita semua gak bicarain lo gitu.” kata Blisa membuat cengiran muncul di wajah gue. Tapi emang dasarnya gue gak suka sama Pak Ryhun jadi ya gue gak ada rasa bersalahnya sama sekali. "Lo udah gamau sekolah lagi Sar?" Bayu narik gue buat duduk disebelahnya. "Emang gila ya lo ngerjain Pak Ryhun, keterlaluan lo sumpah." sahut Jennie yang dibenarkan lainnya. Memang setelah gue pikir-pikir gue keterlaluan sih. Tapi itu sebanding lah sama sikap Pak Ryhun ke gue. "Ya gue kesel sama dia." "Kesel boleh b**o jangan. Kalo lo dilaporin guru BK gimana." "Bodo amat penting amarah gue terlampiaskan.” ucap gue membuat Bayu menoyor kepala gue. Detik selanjutnya gue ingin bales Bayu tapi tiba-tiba ada sosok yang narik tangan gue bikin gue berdiri. Gue kaget saat Vernon sudah ada dihadapan gue. Gimana gak kaget tiba-tiba mantan datang dengan gak biasa. "Sarah aku mau ngomong sebentar.” Wajah Vernon yang lebam membuat gue mengernyit heran. Lah apa Abang gue sudah tahu  kalau Vernon selingkuh dan gue udah putus. Gue mikirnya dia dibonyokin Abang gue, siapa lagi coba. Gue langsung ngehempasin tangan Vernon dari gue. "Lo tinggal ngomong disini gausa tarik-tarik." Vernon kaget melihat perubahan sikap gue. Memang waktu pacaran dulu gue kalem ke dia. Tapi sekarang gak ada kata kalem buat tukang selingkuh seperti dia. "Oke aku bakal ngomong dan jelasin semuanya disini." Gue melipat tangan denger perkataan Vernon selanjutnya. Dan entah mengapa kelas yang tadinya rame berubah jadi sepi. "Aku akuin aku salah karena selingkuh sama Somin. Tapi Sar aku cuman sayang sama kamu. Aku gak akan ngelakuin kesalahan kayak gitu lagi. Terserah kamu mau ngapain aku. Tapi please kasih aku kesempatan lagi buat perbaiki hubungan kita. Aku mau kita balikan Sarah" ucap Vernon membuat gue tercengang. "Apa lo bilang tadi? Sayang? Maaf? Balikan?" gue memandang Vernon jijik setelah mendengar pernyataan dia barusan. Bagi gue ucapan dia bohong dan gak ada ketulusan disana. Gue sudah muak dengan segala kebohongan yang dia buat. Apalagi gue sudah mengetahui hal menjijikkan yang sudah dia perbuat. "Yakin lo cuman sekedar selingkuh?" "Aku tau aku salah Sar, aku akuin kesalahan itu. Tapi aku gaada apa-apa lagi sama Somin. Aku cuman sayang sama kamu." "Gaada apa-apa lagi? Oh jadi lo tidur sama Somin itu gaada apa-apa hah!" teriak gue membuat Vernon langsung kaget seketika. Gue tau kebusukan dia karena gue menyelidiki sama teman-teman gue. "Sar kamu kok-"  "Kenapa gue bisa tahu? Karena gue pintar lah, gamau dibodohi sama lo." Gue lihat sekelas sudah merhatiin gue sama Vernon. Bahkan anak dari kelas lain pun dateng kesini hanya untuk menonton perdebatan gue dengan Vernon, sampai ada yang mengintip di jendela. "Denger ya, gue tahu semua kebohongan yang lo buat, seharusnya lo punya malu." anak anak sudah bisik-bisik dan menggosip. "Dan denger ya gue gak akan mau ngasih kesempatan lo lagi. Liat lo lagi aja gue gak mau. Jadi sekarang lo jauh-jauh dari hidup gue. Gue harap setelah ini lo hidup bahagia dan lo gak ngulangin kesalahan lo lagi." "Sarah aku minta maaf." ucap Vernon yang hanya gue balas dengan anggukan malas. "Gue boleh meluk lo buat terakhir kalinya gak." sahut Vernon lagi membuat gue menatap dia tidak percaya. Gue langsung ditarik dari belakang. Dan gue liat Bayu narik gue buat ke belakang badannya. "Lo mau gue bonyokin lagi? Pergi atau lo mati!" tegas Bayu. Gue melihat Bayu dengan tatapan bertanya, jadi yang bonyokin Vernon itu Bayu. Vernon menghela nafas dan keluar setelahnya. Seisi kelas pun berhamburan karena teriakan Bayu. "Dasar lo gak punya malu apa udah selingkuh ngajak balikan seenak jidat lagi! Ini juga ngapain pada liatin. Sana balik lo semuanya." Setelah semua keluar, Bayu megang kedua pundak gue dan mengelus kepala gue lembut."Lo gak papa kan?" Gue mengangguk dan Bayu sudah meluk gue erat. "Udah gausa dipikirin ya, Tuhan baik sama lo Sar karena sudah menjauhkan lo dari cowok gak bener kayak Vernon.” gue mengulum senyum mendengar nasihat Bayu yang terdengar waras. Memang sebelumnya Bayu tidak pernah sebijak ini dengan gue. Tapi gue bersyukur karena punya sahabat sejati seperti Bayu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD