Debaran di jantungnya semakin tidak keruan. Cowok di depannya ikut terkejut setelah Naila menjatuhkan sebingkai foto, pandangannya teralih pada pecahan kaca yang berserakan di atas lantai. Sementara Naila masih berlarut dalam rasa terkejutnya. Nessa tiba setelah mendengar suara benda yang jatuh. "Naila?" cepat-cepat Nessa mendekat, memungut pecahan-pecahan kaca yang berada di dekat kaki Naila. "Kok fotonya bisa jatuh?" Naila masih memandang Aksel, begitu pun dengan Aksel yang malah ikut memandang Naila. Kedua pasang mata itu saling berbicara. Sama seperti seseorang yang baru merasakan cinta pada pandangan pertama, begitulah yang dirasakan Aksel. Jantungnya ikut merespons, dia berdegup tanpa sebab. "Sel! Bantuin, dong!" "Oh iya-iya." Lekas Aksel membantu Nessa untuk membereskan pecahan

