Dua Puluh

5417 Words

Derap langkah kaki dengan alas hak tinggi terdengar di sepanjang lorong rumah sakit. Dengan debaran jantung Nessa terus berjalan menuju ruang rawat Aksel setelah sebelumnya mendapatkan kabar dari Naila lewat jalur telepon. Begitu sampai, matanya langsung disambut oleh keberadaan Naila yang duduk termenung di kursi. Ada emosi yang tiba-tiba melonjak naik ketika melihat Naila yang seolah tidak berdosa. "Apa yang terjadi sama Aksel?" tanya Nessa tiba di depan Naila tanpa ingin menatapnya. Naila mengerjap, mendongkakakkan kepala melihat keberadaan Nessa yang sangat tinggi. Harum semerbak parfumnya begitu memesona. "Aksel baik-baik aja, Mbak. Tapi dia belum sadar. Besar kemungkinan kata dokter, otak Aksel berinteraksi sama masa lalunya. Tadi nggak tau kenapa dia tiba-tiba pingsan. Saya nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD