Dua Puluh Lima

5242 Words

*** Secercah sinar matahari menerobos ventilasi, menyilaukan mata Aksa yang baru saja terusik. Tangannya meraba-raba permukaan kasur lunak sebelah tempat tidurnya. Berharap ada tubuh yang bisa ia sentuh untuk dibawa ke dalam pelukan. Tapi tempat itu kosong, hampa dilingkup angin. Cepat-cepat Aksa membuka mata, pandangannya berangsur jelas. Di sebelahnya, tak ada sosok Naila yang dua hari ini selalu menemaninya tidur. Ke mana perginya dia? Biasanya ketika Aksa terbangun, Naila pasti masih ada. Aksa segera beringsut, menyibakkan selimut, dan turun dari ranjang. Kakinya melenggang menuju toilet. Meraih pegangan pintu, dan membukanya secara mulus. Kosong. Naila tak ada di dalam, hanya terdengar suara sisa-sisa rintik air dari shower . Harum semerbak sabun dan sampo bergesekan merasuki indera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD