Terbangun dari tidurnya, Richard merasa kepalanya sangat pusing. Dia berusaha untuk duduk dan sedikit mengerang saat kepalanya semakin terasa sakit. Richard mengedarkan pandangannya sembari mengumpulkan kesadarannya. Lalu, begitu dia teringat mengenai dirinya yang minum dan sepertinya mabuk, Richard terlihat terkejut dan ingin mencari keberadaan Olivia. Satu kakinya baru saja menyecah ke lantai ketika pintu kamarnya terbuka dan Olivia masuk sambil membawa segelas air. “Morning,” sapa Olivia dengan senyuman manis di bibirnya. Dia duduk di tepi ranjang, menyerahkan segelas air dan aspirin pada Richard. “aku yakin kepalamu sangat pusing pagi ini, mengingat kau benar-benar luar biasa mabuk tadi malam.” Richard mengerjap lambat kemudian tiba-tiba tersentak. “Apa aku menyakitimu?” Olivia men

