Riva tampak mengelus perutnya ketika ia merasakan sebuah tendangan kecil. Tiba-tiba wanita itu teringat sosok Alex. angannya pun melayang ketika dahulu sedang mengandung Devan. Suaminya lah yang selalu mengusap-usap dengan perlahan hingga ia tertidur pulas. Entah mengapa Riva semakin merindukan lelaki yang sudah menyakitinya itu. Jujur belakangan ini ia mendambakan Wangi tubuh dan pelukankan Alex yang sangat nyaman. Terkadang ketika rasa rindu itu kian menyeruak di relung hatinya. Riva hanya bisa menahan sambil menangis. Ingin rasanya ia pulang dan bermanja dengan Alex, tetapi itu tidak mungkin. Sungguh kehamilan ini jauh lebih berat karena Riva ingin selalu dekat dengan suaminya. Kini ia mengerti kenapa Devan sempat rewel jika ingin bertemu dengan ayahnya. Ternyata rindu itu sangat m

