Malam mulai merambat jauh, Alex terlihat resah karena sudah dua hari Riva belum juga pulang menginap dari rumah orang tuanya. Lelaki itu menatap nanar kasur di sebelahnya yang kosong. Biasanya mereka selalu melewati malam bersama dengan saling berpelukan. Entah mengapa Alex tiba-tiba merindukan saat-saat itu kembali. Alex tidak pernah perduli dengan wanita-wanita yang pergi dari kehidupannya. Namun, entah mengapa ketika baru dua hari Riva tidak pulang membuat sosok Alex yang terkenal dingin jadi merindu. Lelaki itu pun berpikir apakah ini yang dinamakan cinta? “Pulang lah Riva aku dan Devan merindukanmu,” lirih Alex sambil menyapu mukanya dengan kedua tangan. Alex pun berpikir apakah caranya salah telah tidak jujur kepada Riva. Padahal tujuan ia melakukan itu semua karena tidak mau meny

