"Cepat kembalikan pakaian dan ponselku, Lex atau aku akan teriak dari jendela biar papi dan semua asistan tau akan perbuatanmu!" ancam Riva dengan serius. Alex tampak berpikir, sepertinya repot juga, kalau papi tau dan akan panjang urusannya. Kemudian ia pun berkata, "Oke," jawab Alex sambil menuju ke meja kerjanya dan mengambil sesuatu. Setelah itu ia kembali lagi menghampiri Riva yang masih berselimut bedcover dengan rambut yang masih basah. "Kau dengar baik-baik! Jika berani melawanku lagi. Maka hukumannya akan lebih dari semalam," ancam Alex dengan tegasnya. "Dasar munafik kau, Lex," umpat Riva sambil tersenyum simpul. "Apa maksudmu?" tanya Alex tidak terima dibilang seperti itu. "Hukuman yang kau berikan itu modus untuk bisa mengauliku kan?" tebak Riva yang membuat Alex tertawa

