Kini Leo sedang menunggu kasus persidangannya yang akan digelar. Lelaki itu terlihat tertunduk pasrah menerima vonis yang akan dijatuhkan kepadanya nanti. Sungguh ia tidak menyesal atas perbuatannya kepada Riva dan Alex. Dirinya hanya memperjuangkan cinta untuk memiliki Riva. Leo juga tidak merasa bersalah sedikit pun melakukan semuanya, itu lah prinsipnya. Namun, apapun alasannya lelaki itu tetap melanggar hukum karena telah melakukan tindakkan pidana. Memang terkdang cinta itu bisa membuat seseorang khilaf dan gelap mata. Di dalam ruangan yang hanya berukuran 2x3 kini Leo harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Lelaki itu telihat sedang termanggu dengan sebatang rokok yang tampak menyala di jarinya. Ia telihat sesekali menghisap dan menghembuskan dengan kuat ke udara. Tiba-tiba

