Slice 125

1610 Words

"Kamu udah makan apa belum? Biar Bunda buatin sesuatu dulu." Brasta mengernyit. "Lho, memangnya Bunda nggak masak?" Nike menggeleng. Brasta heran tentu saja. Rasanya tidak mungkin, seorang Nike yang punya hobi masak, tapi justru melewatkan kegiatan favoritnya itu. "Kenapa, Bun? Terus Bunda makannya gimana kalau nggak masak?" "Ya Bunda beli aja ke warteg. Habisnya kalau masak selalu sisa, kan nggak ada kamu. Cuma Bunda aja berdua sama Ayah." Brasta mencebik. "Jadi maksud Bunda di Antara kita bertiga, aku adalah yang makan paling banyak, sehingga aku lah yang suka habisin makanan gitu?" Nike dengan cepat geleng kepala. "Bukan gitu maksudnya Brasta. Astaga ... pikiran kamu kenapa negatif banget. Sejak kamu pergi, Bunda masih coba masak kok. Dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD