Baru saja beberapa menit Harja dan Sindi duduk-duduk santai di sofa depan televisi, Kania tiba-tiba saja ke luar dari kamar sambil mendekap boneka lusuh kesayangan, langsung memburu Sindi dan duduk di atas pangkuannya. Harja dan Sindi saling melempar senyum, karena Kania tidak berucap apapun dan hanya menggeliat manja didekap mama barunya. “Kania lapar?” Kania menggeleng, “Aku makan banyak sekali di sekolah, nasi sama ayam goleng besal.” Tapi, itu, ‘kan makan siang. Sekarang pasti lapar lagi.” “Nggak, Ma. Sole Kania makan kue-kue.” “Oh ya? Ada acara di sekolah?” “Hm … nggak, Kania nggak tahu kenapa ada kue banyak. Disuluh maem sama bu Dewi. Enak.” Tampaknya Kania benar-benar tidak mau makan dan hanya ingin bermanja-manja dengan Sindi. Dia tampak nyaman berada di dalam pelukan maman

