Sindi akhirnya mengikuti keputusan Harja yang tetap akan melangsungkan pernikahan tanpa Kania, meskipun perasaannya sangat gelisah. Bagaimanapun, itu menunjukkan bahwa Harja sungguh-sungguh kepadanya, mencintainya dan ingin hidup bersama dengannya selamanya. Dia tahu bahwa Harja akan tetap mengurus Kania setelah pernikahan. “Kok matanya sembab banget, Mbak Sindi? Ini nikah paksa ya?” tanya petugas perias pengantin saat menghias wajah Sindi pagi itu. Sindi tersenyum hangat dan menggeleng. “Nggak ada apa-apa, Mbak,” jawabnya. “Apa karena calon suami Mbak sudah duda dua kali?” tanya petugas lainnya, yang sudah mengenal Sindi. “Nggak juga.” “Tapi dudanya ganteng lo, sama tingginya dengan Mbak Sindi, serasi banget.” Sindi tersenyum tipis mendengar pujian petugas perias tentang dirinya dan

