Bab 170. Tenang Nindya

1018 Words

“Sekarang perasaanmu jauh lebih tenang, ‘kan?” “Iya, Mas. Kamu benar … aku sekarang merasa lebih tenang. Terutama anak-anakku yang akhirnya bisa berdamai dengan papanya.” “Kamu juga.” Nindya mengangguk. Sore itu minuman dan kudapan terasa sangat nikmat di luar balkon. Meskipun hari itu terasa lelah bagi Tirta yang berupaya membujuk istri dan anak-anak sambungnya, tapi dia sangat puas melihat kedamaian di rumahnya, terutama Nindya yang sudah bisa tersenyum lepas. “Aku itu mikirnya jauh ke depan, Nin. Harja adalah papa kandung Bayu, Citra dan Cakra. Dia seharusnya tetap bertanggung jawab terhadap mereka sampai ketiganya memiliki kehidupan masing-masing. Meskipun aku tertantang saat membujuk Cakra, tapi itu tidak seberapa dibanding ketika aku membujuk Citra. Di situ emosiku berperan, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD