Bab 172. Perubahan Harja

1047 Words

“Dia pasti mau, Tante. Kami memiliki Kania, buah cinta kami berdua.” Lestari tersenyum kecut, tidak tahu harus berkata apa. Dia tahu nasihat dan kata-katanya tidak akan didengar Puspa. Tapi dia tahu Puspa butuh teman bicara. “Ya, kalo itu memang keinginan kamu, apa boleh buat? Tante nggak bisa mencegah. Kamu yang berhak menentukan kebahagiaan kamu sendiri dan kamu yang memilih jalannya.” Puspa menghapus air matanya di pipi. “Hm … jadi kamu dan Harja masih saling kontak?” “Ya, tapi sudah dua minggu ini dia tidak pernah membalas panggilanku. Aku tahu dia sibuk.” “Kamu tahu dia kerja di mana sekarang?” “Apa Tante tidak tahu?” “Tante tahu, dia kembali ke Rukmana satu bulan ini, di Jakarta Barat.” Puspa mengangguk kecil. Lestari tersenyum dalam hati, mungkin karena Harja yang sudah ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD