Bab 189. Gelisah Sindi

1130 Words

Sindi duduk di tepi tempat tidur merenungi tawaran Harja yang ingin segera menikahinya. Dia baru saja dekat dengan pria itu, berpikir tawaran itu sangat cepat. Bagaimanapun, dia bahagia dan merasa ingin selalu dekat dengan Harja. Sindi memainkan ponselnya, menghubungi ibunya melalui sebuah pesan mengatakan dalam minggu ini dia akan pulang ke Manado, berniat ingin memperkenalkan seorang pria yang akan menikah dengannya. “Halo, Sin? Beneran?” “Iya, Bu.” “Ah, kapan kamu pulang?” “Aku … harus bicara dulu dengannya. Semoga dia mau aku ajak ke Manado, tapi kalo tidak, aku datang sendiri dan aku … mohon restu Ibu.” Ada jeda diam di ujung sana, dan Sindi mengerti keraguan ibunya. “Aku baru dekat dengannya, Bu. Tapi dia sudah serius denganku.” “Baru kenal? Duh, Sin. Kamu jangan terburu-buru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD