“Oh, iya. Maaf, Bu. Silakan masuk,” ujar staf penitipan anak tersebut, yang hampir lupa karena sebelumnya sudah menyuruh Puspa masuk ke ruang apartemen. Puspa memasuki ruangan yang cukup luas untuk menampung anak-anak seusia Kania. Dia melihat semua anak-anak di sana ceria dan sehat-sehat. Dia membayangkan Kania yang sehat dan ceria di tempat itu, tapi apakah anak itu sudah bisa berjalan? Mengingat kakinya yang layu dan tidak bisa digerakkan saat dia serahkan ke Harja beberapa bulan lalu. “Saya jadi ingin tahu perkembangan Kania di sini, Bu,” ujar Puspa akhirnya, penasaran dengan Kania, karena Harja tidak pernah lagi melaporkan kepadanya tentang tumbuh kembang Kania, dan dia juga tidak mau menanyakannya. Tapi melihat keadaan tempat penitipan anak yang bersih dan anak-anak yang sehat dan

