Bab 230. Hari Bahagia

1081 Words

Semua terperangah melihat Rustam tergopoh-gopoh menuju meja pernikahan. Sindi tidak tahan lagi, dia menangis tersedu-sedu. Kairi berdiri dari duduknya, membiarkan ayahnya yang sekarang menjabat tangan Harja. Beberapa saat kemudian, tanpa menunggu penjelasan Rustam yang datang tiba-tiba, ijab kabul pun terucap dengan sangat lancar oleh Rustam dan Harja. Semua menghela napas lega, terutama Tirta yang sedari awal mengawasi dan memastikan tidak ada gangguan dalam pernikahan Harja dan sekretarisnya kali ini. Tampak Lestari dan Nindya menangis sambil berpegangan tangan. Yang lain menatap mereka dan memaklumi, emosi ibu hamil memang terkadang agak berlebihan. Akhirnya, Sindi sah menjadi istri Harja. Setelah terucap ijab kabul, Harja justru langsung memburu Nindya dan Tirta. Semua tentu bingung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD