Tirta mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur saat merasakan birahinya naik ke ubun-ubun. Dia melepas celana tidurnya, bergerak menindih tubuh Nindya. Terdengar erangan Tirta saat sudah memasuki tubuh istrinya, berucap sayang dan mesra, juga mengeluh lelah pikiran seharian ini. Nindya mengelus pinggang suaminya yang bergerak naik turun di atas tubuhnya, menikmati hujaman di dalam tubuhnya, yang juga bergejolak. Tanpa sadar dia juga mendesah, ikut pula berucap sayang dan cinta ke suaminya. Mendengar suara istrinya yang mendayu-dayu, Tirta menjadi sangat terbuai, sambil menatap wajah cantik keibuan istrinya, dia berayun dengan pelan dan hikmad, sampai pelepasan. *** Sudah hampir dua minggu ini Sindi tidak bekerja di kantor. Dia mengambil cutinya lebih awal, ikut pulang bersama

