Bab 187. Kerinduan Kania

1218 Words

“Sudah, Sayang.” “Salapan apa, Tante?” “Tante tadi makan roti sama daging asap, dan sayur-sayuran. Kalo Kania sarapan apa?” Terdengar Kania bertanya ke papanya, lalu dia menjawab, “Tadi makan bubul ayam sama sate ati ayam.” “Enak?” “Iya, enaaak banget. Kania tambah-tambah makannya, sampe papa nggak kebagian.” Sindi menutup mulutnya menahan tawa. Lalu panggilan diambil alih Harja, dan dia bertanya, “Kamu bisa tidur semalam?” Sindi mengerutkan dahinya, “Ya. Kenapa memangnya?” Dia balik bertanya. “Aku yang nggak bisa tidur.” “Kok bisa?” “Mikirin kamu.” “Haha, Mas. Ada-ada saja. Aku nggak percaya.” Harja lalu mengubah pengaturan panggilan dengan video, menunjukkan wajahnya yang sembab, tapi dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Tampak Kania duduk rapi di kursi makan dan dia sanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD