Bu Megi lalu menceritakan bahwa Puspa sangat merindukan Kania dan dia juga menjelaskan tentang perkembangan Kania ke Puspa. Puspa yang begitu senang mendengar perkembangan Kania sekarang dan dia merasa iba melihat Puspa yang kecewa karena tidak bertemu Kania. Bukannya merasa senang Puspa sudah mulai mau mendekati Kania, Harja justru khawatir Puspa yang keras kepala itu berubah pikiran hendak merebut Kania darinya. “Bu Megi. Lain kali jika dia datang ingin berjumpa dengan Kania, jangan sampai dia membawanya pergi,” ujar Harja mengingatkan. “Pak, ini juga untuk kebaikan Kania. Hubungan Kania dan maminya harus baik. Jangan sampai Kania yang menjadi korban keegoisan Bapak.” Harja terdiam, dia todak menyangka tanggapan bu Megi. Akhirnya, dia pun memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan.

