“Puspa, tidak bisa begitu.” “Aku akan menggugat cerai dan aku akan kembali kepadamu, Piii!” rengek Puspa sembari menurunkan Kania dari gendongannya, dan membiarkan Kania duduk di atas lantai. Harja terkejut melihat sikap Puspa, dia meraih tubuh kurus Kania dan menggendongnya. “Apa-apaan kamu. Sebaiknya kamu pulang.” “Aku nggak mau, Pi. Aku mau kembali kepadamu. Tolong aku. Aku nggak bahagia dengan Aldi.” “Duduklah, Puspa. Tenangkan dirimu.” Puspa duduk di atas sofa dan Harja duduk di depannya, memangku Kania. “Ya ampun, kurusnya Kania.” “Dia belum bisa berjalan. Kata mamaku dia kurang gizi, tapi nggak ada satupun yang menyupport aku dan Kania untuk lebih sehat, juga suamiku sendiri.” Harja terenyuh melihat wajah Kania yang kuyu. Ingin sekali dia menjaga anak itu, atau setidaknya me

