Ganti rugi

1026 Words
“Eh adira lo ngapain disini bukannya kerja!" Sena tampak begitu kesal melihat adira yang hanya diam berdiri di antara orang-orang disini, apa yang harus ia harapkan lagi? ia telah di pecat sekarang. “Aku mau balik sen," adira berjongkok dan memungut tas kumuh nya yang sudah keluar isinya itu, kemudian berjalan pergi meninggalkan nya. “Loh kok mau balik, kerja adira," sena mencegat dan kembali menyuruhnya kerja. “Gue udah di pecat, apalagi yang mau di kerjain? apes banget ini hidup." Adira berjalan keluar dari gedung besar itu dengan perasaan campur aduk, belum lagi ganti rugi kemana ia harus mencari nya. “Anda mbak adira kan?" ah apa lagi ini, “Iya Pak saya adira, ada apa ya?" “Saya anak buah pak Rehan, beliau meminta saya membawa anda ke tempat servis mobil." Ah benar-benar keterlaluan tuan itu, apa dia tidak bisa berbaik hati sedikit untuk fakir miskin seperti nya? aku bukan tidak ingin tanggung jawab, tapi aku belum punya uang, rutuk adira. “Pak saya mohon, saya benar-benar gak punya uang pak. saya yatim piatu saudara juga gak punya pak, ayolah pak tolong saya." Adira mencoba memohon pada bawahannya ini, adira yakin sebagai orang yang sudah tua dia pasti lebih memahami kesulitan nya sekarang. “Maaf mbak, saya gak berani disini saya cuma menjalankan tugas. mari saya antar kesana," ujarnya sembari membuka pintu mobil. Mau tak mau akhirnya adira ikut, lelah juga berdebat dengan orang kaya seperti mereka. mana mungkin mereka paham dengan kesulitan orang seperti nya. anak buah yang bernama pak usman ini, membawa nya ke sebuah bengkel besar yang ada di kota ini. “Jadi berapa mas biaya nya?" tanya adira to the point pada petugas bengkel. “untuk biaya semuanya habis 20 juta mbak!" “Hah, apa? 20 juta, gak salah kalian ini lecet cuma sedikit tergores kena sepeda bukan hancur ke lindas alat berat!" Petugas bengkel itu tampak terkejut melihat kemarahan adira, ah aku yakin mereka pasti tidak menyangka wanita seperti ku paham dengan harga pasaran sekarang, pikir adira. “Mbak tau ini mobil apa?" “Ah kalian ini, namanya mobil ya sama aja. jangan coba nipu saya ya, kalian pasti sekongkol dengan pemilik mobil ini supaya meras saya iya kan?" “ini mobil Rolls-Royce Boat Tail, mobil ini adalah mobil termahal di dunia jadi wajar jika hanya tergores sedikit biaya nya bisa sebesar itu." Adira masih belum percaya dengan ucapan para pekerja bengkel ini, mana ada seperti itu mobil sama saja kan ban nya 4 lalu apa istimewa nya? “Sekarang anda mau bayar atau tidak, jangan buat keributan disini. kami tidak berbohong masalah biaya jika tidak percaya cek saja di tempat lain." Ah bagaimana sih ini, kenapa malah mereka yang marah? harusnya adira yang marah pada mereka karena mencoba menipu nya, karena terlanjur kesal akhirnya adira coba negosiasi dengan mereka. “Pak begini, saya ini bukan orang berada. jangan segitunya lah pak ngasi harga, lagian kalo gak di benerin juga itu lecet gak nampak kok, jadi saya kira lebih baik biarin gitu aja." “Loh mbak ini gimana, mau tanggung jawab apa enggak sih?" kini giliran pak samsul yang ikut bicara, ah bukannya nolong orang susah malah ikut -ikutan. “Yasudah gini deh, saya siap kerja tanpa di bayar buat lunasin ini tagihannya gimana?"ujarnya pada mereka. “loh gak bisa gitu dong mbak, butuh berapa tahun anda lunasin nya? sampe bangkotan, gak bisa jangan ngada-ngada deh mbak bisa-bisa kita disini di marahin bos." Para pekerja itu sibuk memarahi diriku, ah apa aku pura-pura pingsan saja sekarang? lelah sekali ya Tuhan. Karena tak tahu harus nego seperti apa adira akhirnya memutuskan untuk duduk, sekarang saatnya berfikir dengan tenang. Butuh pikiran yang profesional untuk bisa menyelesaikan persoalan ini. “Saya punya saran." Adira mendongak melihat pak usman yang berdiri di depan nya, percuma dia bilang saran tapi tak menguntungkan untuk diri ini. “gimana kalo mbak nya minta keringanan sama bos saja langsung, siapa tahu beliau mau berbaik hati." “Ah bapak ini, jauh sebelum bapak kasih saran ini saya udah lebih dulu lakuin pak. dan bos bapak itu keterlaluan, dia meras orang kecil kaya saya ini hiks." pak usman ikut duduk di samping adira, “Kalo bilang meras sih enggak mbak, tapi emang pasaran mobil itu ya segitu. apalagi mobil nya limitied ya wajar saja." “Ya terserah mbak saja, pihak bengkel gak bakal mau kasih mbak kerjaan. la wong sekarang aja mereka ngurangin karyawan." Adira menarik nafas berat, sepertinya memang harus meminta keringanan pada bos itu. ah Tuhan tolong lembutkan hati makhluk mu itu, ingatkan dia bahwa mati tidak membawa harta. “Yasudah pak antarkan saya ke tempat si bos anda itu, saya mau ngomong." adira bangkit dari duduk nya, “Loh mau kemana to mbak?" tanya pak usman. “Nemuin bos anda lo pak astaga, ayo pak apa lagi." pak usman terlihat menahan tawanya, namun itu hanya bisa sebentar setelahnya dia tertawa cekikikan persis seperti kuntilanak. “Hahahaha anda ini lucu sekali, apa anda tidak tahu pak rehan itu sesibuk apa? bahkan sulit loh bertemu dengan beliau tanpa janji dari jauh hari dulu," ujarnya. “Ah bapak ini berlebihan, presiden aja gak segitunya. ah udah pak jangan banyak ngelantur ayok antar saya kesana," desak adira. Pak usman mengikuti langkah nya keluar dari bengkel pelit ini, dia masih saja mengatakan bahwa bos nya itu super sibuk. ah terlalu berlebihan memang beliau ini, berapa sih gajinya. “Gimana nanti saya bilang sama sekertaris nya pak rehan dulu, biar bisa ketemu mbak adira." Adira menatap pak usman jengah, “Gak perlu pak sekarang aja, saya juga sibuk bahkan lebih sibuk dari bos bapak itu. gak ada waktu buat nunda-nunda ke hari lain." “Hahahahahhahaa, aneh ya cewek itu pengangguran gitu kok sok banget aneh." Adira mendelik mendengar ucapan orang bengkel itu, memang apa salahnya jadi pengangguran. bukan mauku juga kan? harusnya salahin tu bos killer, yang mecat karyawan seenaknya aja. “Yasudah gini saja mbak, anda tetap harus ikut sama saya. saya gak mau nanti bos malah marah karena anda kabur, nanti anda bisa tinggal di rumah saya bareng istri gimana?" Tawaran cukup menarik dan tentunya bisa menghemat biaya hidup, jika tinggal di rumah pak usman sudah pasti dapat makan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD