Karin berjalan dengan langkah cepat, terburu buru meninggalkan parkiran dan menuju lobi rumah sakit dan bertanya pada resepsionis di mana letak ruangan ICU. Adrian tadi menuliskan pesan jika sang ibu yang juga ibu mertuanya di rawat di sana. Setelah mengetahui di mana ruang tempat di rawatnya pasien yang membutuhkan perawatan intensif itu berada, Karin kembali melangkah cepat, Stiletto yang dia kenakan berdetuk saat beradu dengan lantai marmer mengkilat itu. Wanita itu tidak bisa menyembunyikan rasa cemasnya, bukan cuma karena keadaan Bu Sukma yang membuat perceraiannya dengan Adrian terancam di tunda tapi memang karena wanita itu mencemaskan sang ibu mertua. Karin akui meski kadang sikap keras Bu Sukma terasa menyebalkan atau menyusahkan tapi Bu Sukma tetaplah seorang ibu mertua yang

