Jasmine menatap pesan dari Tiara dengan ekspresi tak terbaca. Tiara adalah orang yang mengusik pikirannya selain Aida. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya mengetik balasan singkat. "Dimana?" Tak butuh waktu lama, balasan masuk. "Cafe, aku kirim alamatnya. Aku tunggu." Jasmine menatap layar ponselnya cukup lama sebelum akhirnya memasukkannya ke dalam saku celananya. Ia melirik ke arah ruang tengah, tempat Sakti sedang menikmati kopi paginya. Dalam sekejap, wajahnya berubah lembut. Ia berjalan mendekat dan mengecup pipi suaminya dengan manja. "Baby, aku ada urusan sebentar. Jangan ke toko roti, karena aku enggak ada di sana. Nanti aku hubungi kalau dah selesai," katanya dengan suara lembut. Sakti menatapnya dengan kening berkerut. "Mau kemana ? apa perlu aku antar ? Mine, Kamu b
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


