Jangan Takut!

1100 Words

“Menarik,” ucap Diego perlahan, nadanya datar tapi mematikan. “Bahkan aku belum duduk di kantor ini dua jam, dan kalian sudah membuat waktu kerja kalian jadi sesi deduksi romansa?” Semua membeku. Tidak ada yang berani menjawab. Diego berjalan masuk, langkahnya tenang namun mengintimidasi. Ia menatap satu per satu orang yang tadi bergosip, sampai mereka menundukkan kepala dalam panik. “Hazel,” panggilnya akhirnya. Hazel menelan ludah. “Y-ya?” “Ke ruangan saya. Sekarang.” Tatapannya tajam ke arah semua orang yang masih mencuri pandang. “Dan sebelum aku kembali ke sini… aku harap kalian sudah menemukan pekerjaan masing-masing yang lebih bermanfaat daripada membicarakan rekan kerja kalian.” Tidak perlu berteriak apalagi emosi. Justru karena itu semuanya lebih menakutkan. Hazel berdiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD