“Tuan Blake, sepertinya Anda benar-benar bermasalah dengan kami orang-orang kelas bawah?” protes Hazel kesal. “Nona Quinn, aku ga bermasalah dengan orang-orang kelas bawah. Masalahku hanya dengan kamu!” jawabnya datar, tapi cukup untuk membuat bulu kuduk Hazel meremang. Wajah Hazel memanas menahan emosi. “Apa masalahmu denganku, Tuan Blake? Kenapa sepertinya kamu benci padaku?” Tatapannya—keemasan, berkaca-kaca, namun tetap menyimpan nyali untuk melawan—justru membuat Diego menikmatinya. Sangat. Dia tersenyum kecil, lalu dengan gerakan yang begitu ringan menyelipkan rambut Hazel ke belakang telinganya. Dekat. Terlalu dekat. “Aku gak benci kamu, Hazel. Tapi, melihatmu seperti ini cukup menghiburku,” bisiknya. Hazel mengepal tangan begitu kuat sampai-sampai rasa sakit dari kukunya tidak

