Burung Yang Tak Jinak

1007 Words

Malam itu, penthouse Diego tenggelam dalam kesunyian. Sebenarnya tidak beda dengan sebelumnya. Namun, keberadaan Hazel di sudut kamarnya membuat Diego sedikit terusik karena dia berharap gadis itu menunjukkan sikap canggung, sikap takut dan juga sikap lemah seperti yang dia sukai dari Hazel. Hazel berdiri di dekat jendela kamar, membelakangi ranjang besar yangia tiduri—ranjang Diego. Lampu kota Herlington berkilau di balik kaca, seperti lautan cahaya yang dingin dan tak berperasaan. Ia tidak membuka percakapan. Tidak bertanya. Tidak meminta izin. Ia hanya ada. Diego memperhatikannya dari balik pantulan cermin lemari. Biasanya, perempuan akan canggung, gelisah, atau justru berusaha memancing reaksi. Hazel tidak. Ia bergerak seperlunya—mengambil pakaian ganti, menyiapkan handuk, lalu masu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD