Kesedihan Alea

1217 Words

Melihat Tobias seperti melihat oase di padang pasir. Alea menengadah untuk menghilangkan air mata yang siap tumpah. Hatinya yang retak seakan dilem karena keberadaan Tobias. Awalnya ia tak mampu membayangkan seperti apa dua harinya melihat orang terkasih jalan dengan wanita lain di depan matanya. Bercengkerama tanpa dosa dan tanpa tahu kalau sedang menari – nari di atas penderitaannya. Tanpa sadar, Alea mengulurkan tangan lalu menggandeng tangan Tobias. Tangan lelaki itu begitu halus seperti sutra. Lelaki yang hidup dengan sendok perak memang berbeda. Meski omnya sekarang investor sukses namun dulunya adalah pekerja keras dan tangannya tentu saja kasar, sisa – sisa masa lalu yang penuh perjuangan. “Aku sengaja mengajaknya kesini. Tidak apa – apa kan?” tanya Wijayanti ke Matias. “Tentu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD