Di dalam ruangan Tobias, Alea tak bisa menyembunyikan perasaannya. Tangisnya pecah, bahkan suaranya memenuhi ruangan Tobias. Tobias menutup tirai jendela kaca ruangannya. Duduk bersandar sambil melihat Alea. Kondisinya sangat berbeda dengan saat pertama kali berjumpa. Waktu itu Ia berpikir kalau Alea adalah perempuan yang sangat beruntung, wajah ceria selalu menghiasinya. Duduk di sofa, kepalanya disembunyikan di kedua lutut. Wajahnya ditutupi telapak tangannya, isak tangis keluar dengan suara yang serak. Sudah beberapa hari ini ia menangis untuk banyak alasan. Waktu ia berfikir kalau kehadiran Wijayanti adalah masalah terberat, maka itu bukan apa-apa dibanding dengan masalahnya sekarang. Ia tak tahu harus bagaimana menghadapi lelaki itu, kecuali menjauh sejauh-jauhnya. Tapi ke man

