Check In

1023 Words

Sebenarnya Alea sudah makan, tetapi keberadaan Isyana membuatnya nyaman dan enggan untuk pergi dari tempat ini. Tak peduli kalau wanita itu memanggil kakak tirinya. Isyana dan suaminya membaca buku menu lalu memesan makanan. "Bagaimana kabarmu Alea?" tanya Damian dengan wajah datar dan tatapan tajam khas nya. "Baik, Kak." Tatapan Damian membuatnya canggung dan merasa seperti sedang di introgasi Ia pun membuang muka berusaha untuk tidak terganggu dengan tatapan itu. "Kalau Tobias membuat masalah kasih tahu aku saja. Aku siap menendang pantatnya untukmu," ucapan Damian membuat Alea memandangnya dengan mata membulat. "Apa-apaan sih, Pi. Kak Tobias tak mungkin menyakiti Alea. Dia Lelaki yang bertanggung jawab," sergah Isyana. "Apa kamu enggak melihat matanya yang sembab? Dia pasti b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD