“Nenek nggak nyangka, kalian pulang selarut ini.” begitu pintu terbuka, nenek sudah menunggu mereka berdua. “Kamu bawa Ratu kemana aja?” “Cuma beli sepatu, Nek.” Raja mengangkat paper bag yang ada di tangannya. “Jalanan tadi maceeet banget Nek. Ini kan weekend.” Ratu menambah alasan yang masuk akal. “Nenek marah, karena aku pulang telat?” selama Ratu tinggal bersama Nek Miftah, dia tidak pernah pulang melebihi jam sebelas malam. Ini pertama kalinya nenek melihatnya pulang larut. “Selama itu sama Raja, nenek nggak khawatir. Tapi sejujurnya nenek nggak bisa percaya seratus persen sama dia walaupun dia cucu nenek.” Ratu tersenyum. “Iya Nek. Ratu paham kok. Ratu masuk dulu, ya? nenek juga, ayo ke kamar. Ini udah terlalu larut untuk nenek.” “Iya. Ini dari tadi nenek nahan ngantuk nung

