"DAMI!" Auris teriak di tengah malam, Damian pun langsung mendekap tubuh istrinya itu dengan erat. "Honey?" "Dami..." "Ada apa sayang," kedua telapak tangan Damian menakup wajah takut Auris. "Mimpi. Aku bermimpi seseorang mengejarmu dengan sesuatu di tangannya." Auris menjelaskan dengan wajah yang sangat ketakutan. "Tenang sayang, itu hanya mimpi," Damian menenangkan dan lalu memeluk dengan erat. Pagi harinya Damian menyiapkan sarapan untuk mereka berdua di apartemen mereka. Damian tidak ingin mimpi tadi malam membuat Auris tidak tenang. "Ayo sarapan sayang, hari ini kita akan ke dokter kandungan." "Hari ini?" Auris seperti tidak ingat. "Ya, aku selalu ingat." "Baiklah." "Oke, sekarang sarapan dulu yang benar. Jangan pikirkan mimpi tadi malam karena itu hanya hal yang tida

