"Dimana Si tua bangka itu?" Zio masih mengarahkan moncong pistolnya ke arah b******n tersebut. "Roy Anggara, jawab sekarang atau mati?!" desis Zio tajam. Yah, b******n tersebut adalah Roy. "Oke jika masih diam juga, berarti kau Ray Anggara!" Bian membuka suaranya dengan tatapan yang mengintimidasi dan telah siap dengan pistol kebanggannya. "Detective Bian, anda bergerak cepat juga ternyata," akhirnya Ray Anggara membuka suaranya juga. Ray dan Roy adalah saudara kembar identik. Mereka adalah anak angkat keluarga Anggara atau si tua Bangka yang memang belum menampakkan dirinya pada malam ini. "Dimana dia?!" sekali lagi Zio bertanya setelah sadar dari kekagetannya tentang siapa pria yang ada di depannya tersebut. "Lebih baik aku mati dari pada harus mengatakannya!" desis Ray tajam. Zi

