Chapter 39

1194 Words

Part 39 "Ayo, donk, Bu!" desak Ayu yang sudah siap mendengarkan cerita ibunya dengan cemilan wafer di tangan. Nuning tersenyum kecut. Tak pernah terbayangkan di benaknya ia akan berada di posisi seperti sekarang ini. Rumah bak istana itu di dapatkan dengan cara instan, walau tak mudah memang. Dulu Nuning hanya memikirkan egonya saja, membeli semua barang mewah untuk bisa di pamerkan kepada tetangga. Membeli sawah setiap dua bulan.sekali, atau kalau ada yang menjual, Nuning pasti maju dan membeli dengan harga di atas rata-rata. Lampu gantung kristal menghiasi ruang tamunya. Guci-guci mahal berjejer menjadi aksesoris rumahnya. Lantai dari batu marmer yang tak kira-kira harganya. Semua tampak wah. "Bu!" Nuning terhentak kaget. Ia tampak gugup harus memulai cerita dari mana. Dimas sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD