Chapter 48

1316 Words

Part 48 "Di-Dimas!" "Iya, Pak! Aku Dimas anakmu, bukan memedi yang sedang menyamar!" jawab Dimas. "Nak ...." Suara Jamil gemetar. "Apa yang kalian lakukan di sini. Di tengah hutan, malam hari, mandi, sesajen, kemenyan." Dimas berhenti sesaat. "PESUGIHAN!" Dimas menatap bapaknya yang sudah tampak lemah. Jamil memegang kedua bahu Dimas. "Nak!" Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Jamil. Dimas mengelak tangan bapaknya. "Aku sudah tahu semua, Pak. Sekarang tolong hentikan Ibu. Aku tahu Ibu mau menyerahkan seseorang kepada Nyi Dewi Sekar Ayu bukan?" Mata Jamil melotot, bagaimana Dimas bisa tahu tentang Nyi Dewi? "Tolong Pak, jangan ada tumbal lagi!" Dimas memohon. Jamil mulai menitihkan air mata. "Terlambat! Ibumu telah menyerahkan Bagas kepada Nyi Dewi!" kata Jamil tertunduk dalam,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD