Chapter 9

1233 Words

Part 9 "Ada apa, Rif?" "Bapak nggak ada, Kang!" "Apa?! Innalilahi wainna ilaihi rojiun." Jamil mumutar kepalanya, menoleh kepada Nuning. Menatap tajam matanya. Nuning tertunduk, mungkinkah tumbal pertama itu adalah Bapaknya? *** Bibir Jamil bergetar, seluruh tubuhnya gemetar. Melihat raut wajah Nuning, dia tau pasti. Bapaknya sudah jadi tumbal ke-egoisanya. "Pulanglah dulu, Rif. Sebentar, aku ke sana." "Iya, Kang!" Jamil segera menutup pintu setelah Arif pulang. Diseretnya Nuning ke kamar. "Dik, katakan! Apa Bapakku yang kau jadikan tumbal?" Nuning terdiam, matanya berkaca-kaca. Dua tetes air mata jatuh dari pelupuk mata Nuning saat dia memejamkan matanya. Jamil memegang kedua lengan Nuning. Berharap sang istri bilang 'Tidak' . Berharap kalau dugaanya salah. "Dik!" Nuning ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD