Setelah berbulan-bulan bersama-sama berlatih dan berkelahi, Nathan merasa semakin dekat dengan Fajar dan Tegar. Namun, ia tak menyangka bahwa kedua temannya itu sebenarnya terlibat dalam bisnis ilegal. Suatu hari, saat mereka sedang duduk-duduk di warung makan, Fajar mengajak Nathan bicara.
Fajar: "Nathan, aku dan Tegar punya bisnis yang lumayan menguntungkan, kamu mau ikut gabung gak?"
Nathan: "Bisnis apa sih?"
Tegar: "Kami jualan barang-barang terlarang."
Nathan: "Apaan sih? Jangan-jangan n*****a?"
Fajar: "Bukan, bukan. Tapi tetap aja barang ilegal."
Nathan: "Aku gak tertarik, guys. Aku gak mau terlibat masalah kayak gitu."
Fajar: "Kamu masih muda, Nathan. Kesempatan kayak gini gak datang dua kali. Kalau kamu join, kita bisa kerja sama dan makin kaya bersama."
Tegar: "Dan gak cuma itu, Nathan. Kita juga bisa jadi lebih kuat, terutama di sekolah. Kita jadi bisa jadi penguasa di sekolah ini."
Nathan: "Maaf, guys. Tapi aku gak mau berurusan sama hal-hal kayak gitu. Aku lebih suka belajar dan berlatih berkelahi."
Fajar: "Sayang banget deh, Nathan. Tapi gak apa-apa, kalau kamu berubah pikiran, kamu tahu cara menghubungi kami."
Setelah itu, suasana menjadi canggung dan Nathan merasa terbebani dengan ajakan dari Fajar dan Tegar. Ia tak tahu harus bagaimana dan merasa kesulitan menjaga hubungan pertemanannya dengan kedua temannya itu yang ternyata terlibat dalam bisnis ilegal. Nathan memutuskan untuk merenungkan tentang pilihan yang harus ia ambil.
Setelah kejadian canggung sebelumnya Nathan kembali ke kelas dan bertemu Rizky dan dinda
Nathan: Hei, Rizky dan Dinda. Ada yang ingin aku ceritakan nih.
Rizky: Apa itu, Nathan?
Dinda: Iya, ceritakan aja.
Nathan: Jadi, kemarin itu saat aku latihan sparring dengan Fajar dan Tegar, mereka menawarkan aku untuk bergabung dalam bisnis ilegal mereka.
Rizky: Bisnis ilegal? Apa maksudmu?
Dinda: Aku juga kurang mengerti, Nathan. Bisnis apa yang mereka jalankan?
Nathan: Mereka menjual barang-barang ilegal seperti senjata dan n*****a.
Rizky: What?! Itu kan ilegal dan sangat berbahaya!
Dinda: Tapi kenapa mereka menawarkanmu untuk bergabung, Nathan?
Nathan: Karena mereka menganggap aku jago dalam berkelahi dan bisa membantu mereka dalam situasi yang berbahaya.
Rizky: Tapi itu sangat berisiko, Nathan. Aku tidak setuju kalau kamu bergabung dengan bisnis ilegal seperti itu.
Dinda: Aku juga setuju dengan Rizky. Kita harus mencari cara untuk menghentikan bisnis mereka, bukan malah ikut bergabung.
Nathan: Aku juga tidak berniat untuk bergabung dengan bisnis mereka, aku hanya ingin berteman dengan mereka karena kita sudah menjadi sahabat.
Rizky: Sahabat tidak selalu setuju dengan tindakan yang salah, Nathan. Kita harus berani mengambil tindakan untuk menghentikan mereka.
Dinda: Iya, kita harus berani melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah atau bahkan polisi.
Nathan: Baiklah, aku akan memikirkan cara untuk mengatasi situasi ini dan menghentikan bisnis ilegal mereka.
Rizky: Bagus, Nathan. Kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai yang benar dan tidak terpengaruh oleh tawaran yang salah.
Dinda: Iya, dan kita harus saling mendukung dalam menghadapi masalah ini.
Nathan: Terima kasih, teman-teman. Aku sangat berterima kasih atas dukungan kalian