BAB 25

1298 Words

Bintang langsung menarik tubuh Azara yang sebelumnya ada di depan ia agar pindah ke belakangnya. Xiar menaikkan sebelah alisnya, seolah aneh dengan tingkah hiperbolis yang Bintang lakukan. "Sekarang gue enggak ada urusan sama lo, ingat urusan kita belum selesai, jadi lebih baik enggak usah tunjukkin batang hidung lo di depan gue. Kali ini gue biarin lo pergi, gue mau bicara sama Azara." Bintang tertawa pelan. "Jelas ada urusannya, Azara pacar gue. Gue enggak akan biarin laki-laki mana pun godain dia. Kenapa?" Jantung Azara rasanya loncat-loncatan di dalam. Entah mengapa setiap kali Bintang berhadapan dengan Xiar ia selalu merasa takut, baik itu dengan Xiar ataupun Bintang. Mereka sama-sama menyeramkan, bahkan saat bicara dengan nada rendah seperti sekarang. Dan lagi, Bintang seperti buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD