Lo ngapain di sini?" Hana tidak habis pikir. Cowok yang waktu itu dia lihat di apartemen Raka waktu itu, kini sedang berdiri tepat di belakangnya. Mana tersenyum menyebalkan lagi! Bukannya menjawab, Cowok itu melepaskan jaket yang dia pakai, lantas melilitkannya di pinggang ramping Hana. "Eh! Yang sopan dong!" risih Hana. Dia mundur untuk menciptakan jarak. "Darahnya tembus." "Apa?" Hana membuka kembali lilitan itu. Dan benar saja. Ada darah di sana. Tapi sejak kapan? Disisi lain, dia lega. Berarti dugaannya kalau dia hamil, salah besar. Mungkin kemarin hanya sebatas masuk angin saja. "Kamu tidak mau mengucapkan terimakasih?" Cowok itu lagi-lagi tersenyum. "Han! Pulang bareng yuk." ajak Keisha, dia terkejut dengan kehadiran Cowok asing itu. "Dia… siapa, Han?" tanya Keisha berbis

