"Ooh, jadi dia mengadu? Aku akui waktu itu aku memutuskan hubungan kita secara sepihak. Tapi itu karena perintah ayahku, Aksa. Dan aku dipaksa untuk melakukannya. Aku mohon, kasih aku kesempatan kedua. Aku lihat, calon tunangan kamu itu keliatan kekanak-kanakan. Dia nggak pantas buat kamu." "Atas hak apa kamu mengatur kehidupan saya?" tanya Aksa dingin. "Aksa, kamu kenapa beda banget?" "Bukankah seperti ini sikap saya yang kau mau? Kau dulu selalu menuntut ku untuk menjadi pria keren. Giliran saya berubah seperti ini, kau justru protes. Maumu apa? Maaf, sekarang saya tidak bisa lagi menuruti perkataan mu." tegas Aksa. "Ini aku, Gabriel. Aku sahabat kamu. Kamu lupain aku begitu aja? Kenapa Aksa yang berdiri di depan aku sekarang beda? Mana Aksa yang dulu? Mana Aksa yang selalu senyum

